RSS Feed

[Part 1] Blue Blood

Rd. Ajeng (OC)| Cho Kyuhyun | Xi Luhan | Jo Youngmin

Political Kingdom | Family | PG-15 | Series

Han Hyema Storyline & cr-pic to Jiell@smthff

blue-blood

[1st] Blue Blood – Spring time and Nice namja

Ajeng tersenyum mendapati Luhan sudah berada disampingnya.

“Kau banyak berubah” Luhan melempar beberapa makanan ikan ke dalam kolam. Ajeng menoleh “Apakah begitu terlihat?” Luhan mengangguk dan keduanya pun tersenyum.

“Apa kau bahagia?” Luhan memandang Ajeng sambil mengulum senyum. Ajeng terdiam, ia bingung harus menjawab apa.

“Aku bertanya padamu” Ajeng masih diam, air matanya mulai mengapung dipelupuk mata.

“Ajeng? Jawab pertanyaanku” Ajeng masih terdiam dan kini ia mulai terisak.

“Cukup! Apa kau mengundangku hanya untuk bertanya ini? Jika ia aku akan pergi” Ajeng membalikkan badan dan pergi. Luhan mengejarnya dan memeluk Ajeng dari belakang.

“Maafkan aku” Keduanya menangis.

“Maafkan aku” Luhan semakin mendekap Ajeng. “Aku tak bisa melakukan apa-apa” Keduanya terdiam sesaat dalam posisi yang sama sampai akhirnya Luhan melepaskan dekapannya.

“Maafkan aku, seharusnya aku tidak melakukan ini. Maaf kalau aku begitu lancang” Luhan pun pergi.

“Kau begitu kejam. Mulai sekarang aku akan membencimu untuk selamanya” Ucap Ajeng setengah berteriak. Ajeng pun menangis kembali, ia merasakan dadanya terasa sesak.

Luhan berhenti melangkah “Seharusnya kau membenciku dari dulu, baguslah jika kau membenciku” Ucap Luhan tanpa berbalik dan Ajeng yang mendengarnya terduduk ditanah sambil menangis memandangi punggung Luhan yang terus menjauh dan menghilang.

“Kau begitu kejam, aku sangat membencimu!” Ajeng masih menangis dan ia terus menggumam ‘Kau kejam! Kau kejam Pangeran Luhan! Kau sungguh kejam!’

Disisi lain, Kyuhyun melihat semua itu dan tanpa terasa menitihkan air mata.

“Maafkan aku. Ini semua salahku. Tapi aku juga tidak bisa melepaskanmu. Maafkan aku Ajeng” Ucap Kyuhyun sebelum pergi meninggalkan Ajeng yang masih terduduk di tanah sambil menangis.

*

Satu tahun yang lalu. Oxford Valley, PA. 27 Maret 2012

Pintu berderit nyaring. Suara deru mobil pun tak terdengar lagi. Kini hanya ada derap langkah menaiki tangga yang terdengar.

“Hyung, untuk apa kau datang kemari?” Luhan terkejut ketika mendapati hyung dan namdongsaengnya berada dirumahnya. Keduanya duduk santai di sofa ruang keluarga dan menatap Luhan yang berada di bibir tangga dengan senyuman yang tak bisa di artikan.

“Kenapa? Apa kami tak boleh main?” Tanya Kyuhyun sinis.

“Aish .. tidak. Aku hanya terkejut saja. Tapi, apa yang membawa kalian kemari? Aku tahu kau bukan tipe hyung yang ramah pada adiknya” Youngmin tertawa mendengar perkataan hyungnya sedangkan Kyuhyun semakin melipat tangannya dan menyuruh namdongsaengnya duduk.

“Kita disuruh pulang” Ujar Kyuhyun singkat dengan nada acuh seperti ciri khasnya. Luhan menyerngitkan dahinya.

“Kembali ke istana?” Luhan mencoba memastikan lagi apa ucapan hyungnya benar atau salah. Karena ada hal yang tak mungkin terjadi pada hidup Luhan yaitu kembali ke istana sebagai seorang pangeran.

“Ya hyung, Yang Mulia menyuruh kita pulang segera  dan itu termasuk Luhan hyung” Youngmin mencoba menjelaskan pada Luhan, namun Luhan meminta waktu untuk berfikir.

“Kau tau aku ingin sekali pulang tapi ketika melihat sekitar aku jadi sangsi. Karena aku tidak seperti kalian. Aku hanya anak selir yang bukan dari keluarga bangsawan. Aku berbeda dari kalian dan akan berbeda sambutan dari pihak istana walaupun Yang Mulia yang menyuruhku untuk kembali” Luhan menatap Kyuhyun dan Youngmin secara bergantian dengan senyum dipaksakan.

“Apa hyung benar-benar tak mau pulang? Sudah beberapa tahun hyung hidup disini sendirian. Kami terpaksa harus selalu berbohong bahwa hyung bersama kami di Canada. Hyung tolong pikirkan kembali, kami benar-benar khawatir” Youngmin berdiri dan memegang pundak Luhan dan tersenyum.

“Pikirkan kembali, hyung sudah 4 tahun tidak kembali ke istana” lanjutnya.

“Sudah ayo kita pergi” Kyuhyun bangkit dan menarik youngmin turun.

Saat sampai di bibir tangga Kyuhyun menoleh dan berkata pada Luhan yang masih mematung dan terus berusaha berfikir apa yang harus ia lakukan.

“Suasana di istana mungkin sudah berubah dan mungkin saja lapangannya asik untuk bermain sepak bola” Luhan pun memandang hyungnya yang sedang tersenyum mtidaks. Luhan tau walaupun Kyuhyun adalah kakak tiri yang acuh dan menyebalkan tapi setidaknya ia menyayangi Luhan seperti adiknya sendiri.

*

Taman Seoul , 4 April 2012.

Ajeng memandang jauh kelangit sore musim semi. Angin yang membawa aroma bunga-bungaan dan dedaunan sibuk hilir mudik melayangkan kerudung yang menutupi rambutnya. Sesekali Ajeng memejamkan matanya untuk merasakan kesegaran hembusan angin musim semi yang ia nanti-nantikan.

Tanpa terasa hujan mulai turun saat tetes demi tetes membasahi wajah Ajeng. Ajeng membuka matanya.

“Hujan?” Lirihnya kecil. Kemudian ia berlari menuju tempat yang lebih teduh dan ia meYamukan sebuah toko kecil di tengah taman dan barulah ia sadari, taman ini sudah sepi sejak beberapa jam yang lalu.

Perlahan-lahan awan hitam mulai menggumpal. Hujan kian menjadi dan hari kian malam.

“Hujan pertama dimusim semi dan ternyata begitu buruk” Ajeng mulai merasa kedinginan saat suhu turun menjadi 60C.  Seperti biasanya musim semi di korea dihiasi curah hujan tinggi dengan angin kencang disertai debu pasir kuning yang berasal dari padang pasir di sebelah utara China. Namun Ajeng tak menyangka bahwa musim semi tahun inilah yang terburuk. Padahal ia sudah menanti-nantikannya. Ditambah lagi ia hanya sendirian di taman ini.

“Ambil ini” Seorang namja yang entah datang dari mana menyodorkan jaketnya ke arah Ajeng. Ajeng yang dari tadi berfikir ia sendirian, hanya memandang wajah namja yang berada disampingnya.

“Untukku?” Namja itu mengangguk dan menyampirkan jaket itu ke pundak Ajeng. Ajeng pun mengambil jaket namja itu dan dengan ragu memakainya.

“Ah ne, terima kasih.” Ucap Ajeng dan Namja itu hanya mengangguk lagi. Kemudian namja itu merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah payung lipat. Dia pun mengajak ajeng untuk ikut bersamanya dan mengantarnya ke halte bus terdekat. Dan ajeng pun menyetujuinya.

“Terima kasih banyak, agashi” Sesampainya di halte bus, Ajeng membungkuk sebagai ucapan terima kasih dan namja itu pulang dengan payungnya sambil berjalan kaki.

“Pria yang baik, jika aku bertemu lagi dengannya aku akan melunasi hutang budiku” Ucap Ajeng sambil memandang punggung namja yang menyelamatkannya di tengah hujan bulan april.

*

Sesampainya di apartement, Ajeng langsung menekan tombol pesan masuk telephonnya. Dan terdengarlah suara gemerasak(?) dari saluran lain.

“Dinda?” Ajeng yang sedang berada di dapur pun menjatuhkan sendok yang ia pegang.

“Ini Kakanda Laksamana, apa kau sedang pergi? Ah nampaknya kau benar-benar sedang pergi.” Ajeng segera berlari menuju ruang tengah dan ia melihat pesan itu dikirim sore ini saat ia terjebak di taman tadi.

“Apa kau bahagia disana? Kakanda harap begitu. Kakanda hanya ingin menyampaikan pesan Rama. Rama berpesan agar dinda segera pulang setelah menyelesaikan progam pertukaran pelajar dinda, ada kabar penting yang ingin Rama sampaikan.” Bbip.. suara itu nyaring terdengar dan riak muka ajeng nampak lusuh.  Apa aku harus kembali menghadapi sesuatu yang tidak aku inginkan? Jika bukan karena Kakanda Bagus, aku tidak akan berada diposisi ini.  Runtuk Ajeng dalam hati.

Istana Deoksu, Ruang Hamnnyeong.

“Yang mulia, hamba dengar anda memanggil kembali Pangeran Luhan untuk kembali ke Istana. Saya rasa hal itu tidak boleh dilakukan” ujar Perdana Menteri Park Chang Myon. Raja Doo-hwan yang mendengar hal itu lantas marah.

“Kenapa? Apa anakku tidak boleh memasuki istana selayaknya kedua saudaranya yang lain? Jangan memandangnya rendah Perdana Menteri Park, ia juga anakku!”

“Tidak. Bukan begitu Yang Mulia, hanya saja banyak hal yang membuatnya harus keluar dari Istana. Saya takutkan ia akan membawa dampak besar bagi pengangkatan raja selanjutnya. Ini mengenai pendapat masyarakat.”

“Apa kau ingin bilang bahwa kehadiran Pangeran Luhan akan menyebabkan Putra Mahkota Kyuhyun turun tahta dan digantikan olehnya?”

“Ya Yang Mulia, ini bukan lagi jaman Joseon yang hanya ada Putra Mahkota yang akan diangkat menjadi raja. Namun ini jaman modern dimana rakyat juga turut andil. Rakyat bisa memilih mana yang bisa mereka jadikan raja.”

“Walaupun begitu, saya rasa kehadiran Pangeran Luhan tidak akan berdampak apapun bagi pengangkatan raja selanjutnya. Saya akan tetap memulangkan Pangeran Luhan.”

*

Bandara Incheon Korea Selatan sedang di penuhi wartawan dari seluruh Yageri ginseng itu. Mereka sedang menantikan ketiga pangeran kerajaan Korea Selatan yang baru saja kembali dari Canada, USA selepas ketiganya bersekolah selama satu tahun di sana.

Suasana kian gaduh saat mereka tiba. Namun hanya Putra Mahkota Kyuhyun dan Pangeran Youngmin yang mereka lihat dan hal itu menjadi pertanyaan public yang menyaksikan kedatangan para pangeran langsung di station televisi terkemuka. Para wartawan pun segera menghampiri keduanya dan menyerbu mereka dengan berbagai pertanyaan. Dengan penjagaan super ketat kedua pangeran dikawal menuju mobil jemputan dan para pemburu berita pun kecewa tidak mendapatkan apa-apa.

Walaupun begitu mereka tetap bisa menampilkan headliYa esok pagi tentang Pangeran Luhan yang tidak muncul di bandara. Dan mereka menyangkutkan ketidakhadiran Pangeran Luhan dengan kabar ia akan menggeser kedudukan Putra Mahkota Kyuhyun dari singgah raja yang akan ditempatinya.

*

Ruang baca, Daejeon Internasional High School. 5 April 2012.

Ajeng membolak-balik (?) beberapa buku bahasa korea. Ajeng nampak frustasi dengan huruf hangul yang belum bisa ia pahami walaupun sudah hampir satu tahun ia menetap di Korea. Hyena meYapuk bahu Ajeng dan duduk disampingnya.

“Kau masih menggunakan buku itu?” Ajeng mengangguk dengan frustasinya.

“Sudah kubilang, gunakan buku yang satunya lagi. Kau tidak akan sesulit ini”

“Buku yang itu sudah dipinjam orang lain” Ajeng meletakkan kepalanya diatas meja. Hyena menepuk bahu Ajeng dan memberikan semangat padanya.

“Hwaiting!” jawab Ajeng masih dengan posisi yang sama.

Tiba-tiba ada buku jatuh di depan Ajeng dan mengagetkannya. Ia pun heran karena tidak ada satu lemari pun di ruang baca dan mengapa ada buku Jatuh di mejanya. Ajeng pun mengambil buku itu dan matanya terbelalak saat ia mengetahui buku apa yang ia pegang.

“Bukankah itu buku yang kau cari?” Tanya Hyena yang sama antusiasnya dengan Ajeng. Ajeng pun mengangguk dan membolak-balik buku itu dengan tak percaya.

“Namun punya siapa? Bukankah tadi sudah dipinjam orang lain?” Ajeng bertambah heran dan melihat sekeliling. Namun tidak ada siapapun kecuali …

“Dia..?” Ajeng menunjuk namja yang sedang berbicara dengan Guru Choi.

“Nugu? Kau mengenalnya?” Tanya Hyena.

“Ya” Jawab Ajeng. Namun ia pun menggelengkan kepala dan meralatnya kembali “Ah tidak-ya”

“Eh?” Hyena pun heran.

Namja itupun selesai berbicara dengan Guru Choi dan hendak pergi. Ajeng pun bangkit dari duduknya dan berteriak “Agashi!” . Namja itu pun menoleh dan melihat ke arah Ajeng.  Ajeng pun mendekat.

“Apakah ini punyamu?” Tanya Ajeng pada Namja itu sambil mengangkat buku yang ia pegang. Kemudian namja itu hanya tersenyum dan pergi.

“Agashi! Aku bertanya padamu” teriak Ajeng namun namja itu tidak menggubrisnya.

“Aish” Ajeng menurunkan kembali buku yang ia angkat dan kembali duduk disamping Hyena yang masih keheranan.

“Nugu? Katakan dengan jelas. Kau mengenalnya atau tidak?”

“Aku tidak tau”

“Eh?” Hyena menyerngit, matanya memandang Ajeng dengan ekspresi yang tidak bisa diuraikan(?)

“Jangan memandangku seperti itu” Ajeng kembali meletakkan kepalanya diatas meja.

“Ia namja yang menolongku waktu hujan deras kemarin sore” Hyena menaikkan alisnya tanda tak mengerti.

*

Sebuah mobil hitam tiba di depan Lobi Daejeon Internasional High School. Kyuhyun dan Youngmin turun darinya. Tak seperti biasanya, mereka datang tanpa bodyguard yang biasa mengelilingi mereka.

Mereka berdua berjalan masuk dan menuju kea rah ruang kepala sekolah. Banyak murid yang terkejut melihat kedatangan mereka. Karena pada dasarnya tak seorangpun tahu bahwa kedua pangeran akan bersekolah di sekolah yang sama dengan mereka.

Kedua pangeran itu terlihat acuh dengan sekeliling dan mereka terus melangkah tanpa mempedulikan tatapan keterkejutan dari para murid sampai seorang yeoja menghadang langkah mereka.

“Kalian benar-benar tak berubah” Ucap Jieun sambil melipat kedua tangannya.

“Waw hyung lihat siapa ini, yeoja kecil berpipi bakpau” Youngmin mengejek Jieun dengan menarik kedua pipi Jieun dan ia pun tertawa.

“Oppa lepaskan!” Tangan Jieun menarik dan memukul-mukul kedua tangan Youngmin yang masih saja menarik kedua pipi Jieun. Kyuhyun pun ikut tersenyum “Sudah lepaskan dia” Youngmin pun melepaskannya. Jieun pun memegang pipinya yang memerah karena kesakitan.

“Oppa jahat!” Jieun menggembungkan pipinya dan memukul lengan Youngmin sebagai balasan.

“Auw, sakit Jieun-a” Youngmin memegang lengannya yang dipukul Jieun. Jieun pun meresponnya dengan juluran lidah.

Pandangan Jieun pun berpaling ke Kyuhyun “Oppa, gomawo sudah menolongku”

Kyuhyun menyerngit “Menolong?” Jieun mengangguk “Aku tidak pernah menolongmu” Ucap Kyuhyun.

“Lalu apa tadi?” Tanya Jieun tak mengerti.

“Eh? Tadi aku hanya ingin menghentikan Youngmin membuang-buang waktunya dengan hal sia-sia. Kami harus pergi secepatnya” Mendengar jawaban Kyuhyun, Jieun menggembungkan pipinya lagi. Sedangkan Youngmin hanya terkekeh.

“Oppa, kau juga ternyata sama jahatnya dengan Youngmin oppa” Kyuhyun tak mempedulikan ucapan Jieun dan melengos(?) pergi. Jieun pun semakin mengembungkan pipinya.

“Jangan dimasukkan ke hati Jieun-a. Kau tau kan bagaimana sifat hyungku itu” Jieun mengangguk dan Youngmin mengacak-acak rambut Jieun.

“Baiklah Jieun, oppa pergi dulu. Bye-bye pipi bakpau” Youngmin pun pergi meninggalkan Jieun yang berteriak ‘Jangan memanggilku pipi bakpau lagi! Itu 4 tahun yang lalu’ Youngmin yang mendengar itu hanya terkekeh dari jauh dan melambaikan tangannya tanda ia masih mengingatnya.

Lee Jieun adalah putri dari seorang pengusaha kaya raya di Korea. Keluarga Lee dan keluarga kerajaan sangatlah dekat karena ada beberapa bisnis yang mereka lakukan bersama. Lee Jieun dan para pangeran dari sekolah dasar hingga sekolah menengah, mereka selalu bersama-sama. Maka dari itu, mereka sangatlah dekat satu sama lain.

*

Ajeng berjalan menyusuri lorong sekolah menuju ruang guru. Ia berjalan sambil melihat sekeliling dan langkahnya terhenti di depan taman dekat kolam ikan. Ajeng mempertajam penglihatannya dan ternyata benar ia melihat namja yang sudah dua kali menolongnya. Namja itu sedang memberi makan ikan-ikan hias yang berada didalamnya. Ajeng yang melihat itu hanya bisa tersenyum.

“Hai kau!” Teriak seseorang. Sontak saja para murid dan tentu saja Ajeng dan namja itu menoleh ke sumber suara. Disana terlihat Kyuhyun sedang memarahi seorang yeoja yang sekarang sedang menangis dan terus meminta maaf padanya.

Ajeng pun melihat ke arah namja itu yang ternyata juga menoleh kearahnya dan sontak saja Ajeng menoleh kearah lain. Namja itu masih memandang Ajeng, saat Ajeng masih terdiam kikuk.

“Kau tau siapa aku, hah?” Ajeng dan para murid lainnya pun menoleh lagi ke arah sumber suara. Kyuhyun masih memarahi gadis itu, namun sekarang terlihat begitu keterlaluan. Ajeng pun yang sudah tak tahan lagi mendengar ucapan yang diucapan Kyuhyun pun akhirnya maju walaupun ada beberapa murid yang menahan agar Ajeng tidak ikut campur namun Ajeng tetap saja maju.

*

“Apa kau tak tahu siapa aku, hah?” Kyuhyun berteriak pada Ajeng yang hanya memandangnya sambil tersenyum.

“Tidak, aku tidak mengenalmu” Ucap Ajeng dan hal itu sukses membuat Kyuhyun bertambah murka.

“YA! Asal kau tahu, aku adalah ..” Ucapan Kyuhyun terpotong saat Ajeng itu mendekat maju dan berhenti tepat di depan Kyuhyun. Ajeng menepuk pundak yeoja  yang Kyuhyun marahi dan menyuruhnya pergi.

“Hai, aku belum menyuruhmu pergi!” Teriak Kyuhyun pada yeoja itu.

“Namun, aku yang menyuruhnya pergi” Ucap Ajeng santai dan itu membuat Kyuhyun semakin berang. Youngmin mencoba menenangkan namun hal itu hanya dianggap angin lalu saja oleh Kyuhyun.

“Apa kau tahu siapa aku, hah? Aku ini adalah ..” Teriak Kyuhyun lagi. Ajeng pun memandang Kyuhyun dengan pandangan yang tidak dapat diartikan.

“Aku tidak ingin tahu. Siapapun anda, saya tidak peduli. Yang saya pedulikan adalah jaga etika anda, tempat ini adalah sekolah bukan hutan. Anda mengerti?” Potong Ajeng. Kyuhyun melotot dan yeoja itu tersenyum kembali dan mundur pergi.

“Walaupun aku seorang putra mahkota?” Tanya Kyuhyun menantang.

Ajeng berhenti dan menoleh “Jika iya, justru anda lebih harus menjaga sikap, bukan? Bukankah dalam sebuah kerajaan ada aturan yang harus anda patuhi? Atitut, apa anda mengerti?” Ajeng tersenyum kembali, Kyuhyun mulai jengah dan ia bersiap mengejar yeoja itu namun Youngmin menahannya.

“Hyung, yang dikatakan yeoja itu benar. Apa kau tak lihat tatapan murid-murid yang lain?” Kyuhyun melihat sekeliling dan mendapati banyak murid yang berbisik.

“Hyung, ayo kita pergi”

*

Sesampainya di Kediaman Kerajaan, Kyuhyun segera memanggil Kepala Pelayan Kim.

“Apa kau sudah melaksanakan yang aku perintahkan?”

“Ne, saya sudah melakukannya Yang Mulia”

“Apa yang kau dapatkan  tentang yeoja itu” Kepala Pelayan Kim menyerahkan beberapa data kepada Kyuhyun namun Kyuhyun menolaknya.

“Bacakan!” Perintahnya. Kepala pelayan yang paham dengan sifat Kyuhyun pun membacakannya sedetail mungkin.

“Jadi yeoja itu bernama Ajeng, hh nama macam apa itu?” Ejek Kyuhyun

“Dan dia murid pertukaran pelajar dari .. ah dia dari mana? Aku lupa” Tanya Kyuhyun seakan lupa.

“Dia berasal dari Indonesia”

“Indonesia? Aku tak pernah mendengarnya. Sepertinya dari sebuah negara kecil. Hh, baru dari negara kecil saja ia berani berbicara seperti itu. Besok aku akan membuat perhitungan dengannya.”

*

Ajeng POV

Aku terduduk di bangku panjang di sebuah halte yang tak jauh dari sekolahku. Suasana disini begitu hening dan terkesan sepi walau ini baru pukul 7 sore, tepat setelah matahari terbenam. Dan bahkan aku masih bisa melihat cahaya orange kemerahan memudar di sudut barat langit.

Hari ini bisa aku akui cukup melelahkan bagiku. Entah bagaimana caranya aku bisa terlibat masalah dengan seorang namja yang mengaku sebagai putra mahkota yang di akui benar oleh Hyena. Aku tertawa saat mengetahui ia memang benar-benar putra mahkota.Tunggu! Aku tertawa bukan karena aku bodoh dan dengan bodohnya pula melawan seorang calon raja seperti yang teman-temanku pikirkan. Namun aku tertawa, tertawa karena hal itu benar-benar bodoh. Maksudku, aku tak percaya ia benar-benar seorang putra mahkota. Perlu di catat, di pertebal, dan di garis bawahi kalau aku memang tidak percaya jika namja bernama Kyuhyun itu adalah seorang putra mahkota.

Bukan tanpa alasan aku menganggap ia tak pantas. Tapi ketika melihat tingkahnya, bahkan etika sopan santun saja ia tak punya. Jadi, apa mungkin ia berasal dari lingkungan kerajaan yang biasanya terkenal dengan etika kesopanannya? Unbelievable. Benar-benar tidak mungkin.

Aku pun beranjak dari tempat duduk saat sebuah bus pukul setengah delapan malam tiba didepanku. Aku naik dan segera duduk di kursi paling belakang. Didalam bus aku selalu melihat keluar jendela sambil memikirkan sesuatu. Aku berfikir namja itu Kyuhyun, pasti akan membalasku besok. Pasti.

Keesokan harinya, yang aku pikirkan terjadi. Ditengah pelajaran berlangsung aku dipanggil Kepala Sekolah Jang. Aku pun jadi berfikir, apakah aku akan berakhir seperti di drama atau bahkan sinetron Indonesia yang akan membuatku terdeportasi hanya karena berkata ‘Siapapun anda, saya tidak peduli. Yang saya pedulikan adalah jaga etika anda, tempat ini adalah sekolah bukan hutan. Anda mengerti?’ Ini benar-benar lucu. Rasanya aku ingin tertawa lagi.

Sesampainya di ruang kepala sekolah, aku mengetuk pintu. Setelah disuruh masuk, aku pun masuk dan benar saja namja itu yang berada di balik pemanggilanku. Kyuhyun duduk tegap dan memandangku angkuh dan jangan lupa tatapan mata yang tajam serta senyuman yang menurutku seperti orang terkena stroke.

“Excuse me Sir, you call me?” Kepala sekolah Jang berkata ya dan menyuruhku duduk diantaranya dan Kyuhyun.

“Ajeng, are you know, why I call you here?”

“No, I don’t know Sir. Can you tell me?” Walau aku tahu ini mungkin tentang pertengkaranku dengan Kyuhyun kemarin, tapi aku masih belum yakin akan hal itu.

“Okay, are you understand Korean language?” Aku mengangguk.

“Baiklah, saya akan memberi penjelasan. Namun, saya ingin bertanya sesuatu padamu Ajeng. Kemarin saya mendengar ada keributan antara kau dengannya. Benarkah?” Kepala Sekolah Jang melirik Kyuhyun yang mulai bersingkap angkuh dan segera memandangiku meminta jawaban.

“Ne” Jawabku jujur dan bisa kulihat Kyuhyun tersenyum kemenangan.

“Kepala sekolah dengar sendiri kan? Kalau ia mengakui. Jadi tunggu apalagi, segera keluarkan dia dan segera deportasi dia!”  Dengan angkuhnya ia menyuruh Kepala Sekolah mengeluarkanku dan mendeportasikanku. Jadi yang aku pikirkan benar? ‘Apa ia sepengecut itu?’

Tapi jawaban tak terduga keluar dari Kepala Sekolah yang menanggapi perintah Kyuhyun dengan santai.

“Sudah kubilang saya tidak akan melakukannya”

“Tapi, jika anda tidak melakukannya maka saya akan ..”

“Anda tidak akan pernah bisa melakukannya”

“Apa yang anda maksudkan? Saya seorang Putra MAHKOTA! Mana mungkin saya tidak bisa melakukannya” Kyuhyun mulai berbicara keras dengan penekanan pada kata MAHKOTA. Aku menyerngitkan dahi, dan dalam hati aku ingin berkata ‘So? Now, what can you do?’

“Saya tahu itu dan saya tetap tidak akan melakukannya. Karena anda tetap tidak akan bisa memecat saya. Karena anda tidak akan mungkin bisa.”

“Yes, I CAN” Kyuhyun bangkit dari duduknya dan berteriak keras bahwa ia bisa melakukannya.

“NO, YOU CAN’T” Mendengar ucapan Kepala Sekolah Jang, mata Kyuhyun berubah berapi-api seakan ingin menelan kepala sekolah bulat-bulat.

“Kenapa aku tak bisa? Lalu apa yang anda maksudkan KEPALA SEKOLAH JANG GEUN SUK?” Kyuhyun mulai berang. Sedangkan Kepala Sekolah Jang yang nampaknya tahu akan sifat Kyuhun hanya menanggapi dengan santai sambil melirikku tersenyum.

Senyum itu, senyum itu tak memberikan kesan bahwa Kepala Sekolah Jang takut terhadap kedudukan Kyuhyun dinegaranya. Dan bahkan beliau berani melawan calon raja egois seperti, ah tunggu! Jika aku pikirkan senyum itu mempunyai sebuah makna. Dan sepertinya aku tahu apa yang Kepala Sekolah Jang maksudkan? Jadi aku yang menang?

To Be Continued 

Do U like it? I hope U like it. Now give me comment and like^^ see U @next part.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s