RSS Feed

EMPTY

Empty

Author     : Han Hyema

Title FF   : EMPTY

Cast       : Suzy | Woo Hyun | Jang Wooyoung | Emy (OC)

Genre       : Sacrifice | Angst

Length/Rating : Drabble | G 

A/N         : 1st drabble. Smoga pada suka ya? Kali ini aku pake cast dari JYP Entertainment. Happy Reading All.

EMPTY -KOSONG-

Namja itu tersenyum kecil sambil memandang foto seorang  yeoja di album foto sekolah. Tangan namja itu mengelus pelan wajah yeoja dalam foto itu. Matanya menatap yeoja itu dengan beribu perasaan tak menentu.

Deg!

Deg!

Deg!

Bahkan rasa itu masih ada. Perasaan yang dulu merupakan sebuah kebahagiaan yang kini berubah menjadi rindu yang tak tertahankan. Perlahan tangan namja itu mengelus pelan dadanya. Perasaan itu kembali lagi dan semakin menyesak di dada namja itu.

“Selamat pagi, Suzy-ah.” Ucap namja itu seolah menyapa yeoja yang berada di dalam foto itu.

Nada suara namja itu terdengar bergetar. Perasaan menyesak itu pun semakin menjadi. Di helanya napas dengan keras sambil menutup album foto dan meletakkannya di rak buku dengan perasaan rikuh.

Tanpa namja itu ketahui, yeoja yang berada di dalam foto itu-Suzy sedang memandangnya dengan cara yang sama saat namja itu memandang fotonya. Suzy tersenyum kecil saat memandang namja itu.

“Selamat pagi juga, Wooyoung-ah.” Jawab Suzy. Suara Suzy sama bergetarnya dengan Wooyoung saat mengucapkan sapaan itu. Keduanya sama-sama merasakan perasaan menyesak itu. Tanpa sadar Suzy menangis memandang Wooyoung di hadapannya yang seakan kehilangan semangat hidup.

“Wooyoung-ah,” Suzy semakin terisak dan akhirnya ia memilih untuk menghilang.

*

Suzy berjalan menyusuri sebuah sungai kecil sambil terisak setelah melihat keadaan Wooyoung yang nampak menderita setelah kematiannya. Matanya membuncahkan segala rasa sedih dengan air mata yang perlahan menitih dan saat itulah langit berubah mendung.

Ah andwae, aku tak boleh menangis. Jika menangis hujan akan turun.” Suzy menghapus air matanya. Kemudian ia mendongak.

“Tolong, satu permintaan saja. Setelah itu aku akan meninggalkan segala hal yang ada di dunia ini. Tolong.” Ucap Suzy sambil memejamkan matanya.

Tiba-tiba sebuah cahaya turun dan mengejutkan Suzy yang sedang memohon pada Dewa.

“Hi, hentikan. Kau tahu kan jika Dewa tidak akan mengabulkan permintaanmu.” Seorang namja tersenyum mencibir pada Suzy yang hanya bisa memandangnya datar.

“Setidaknya aku berusaha. Daripada kau, dasar tak punya hati.” Suzy balik mencibir pelan dan hal itu membuat namja yang berada di depannya terdiam.

“Jangan pernah mengungkit masalah itu.” Namja bernama Woo Hyun itu pergi meninggalkan Suzy yang diam sambil sedikit merasa perih di dadanya. Namja itu mempunyai nama yang hampir sama dengan namjacingunya. Jang Woo Young dan Jang Woo Hyun. Hanya berbeda di nama belakangnya saja. Sungguh tak terduga. Dan yang di sesali Suzy adalah kenapa sifat keduanya sama?

*

Seandainya bisa, aku akan mengubahnya. Mengubah duniamu tanpa diriku. Agar kau bisa hidup tanpa memikirkanku. Aku tahu, hal itu akan menyakitkanku. Tapi setidaknya aku bisa melihatmu bahagia, karena yang terpenting adalah duniamu yang bahagia. Aku akan bahagia jika kau bahagia. (Suzy)

 

Apakah aku tak punya hati, Emy-aa. Aku hanya ingin terlihat tegar di hadapan yang lain. Apa aku salah. Kau selalu tahu bukan jika aku selalu memohon yang terbaik untukmu. Aku tak mau egois lagi. Sekarang aku hanya ingin memohon untuk dapat mengubah duniamu tanpaku. Walau itu sakit, tapi yang terpenting adalah kebahagianmu. Emy-aa, miananta, gomapta, saranganta. (Jang Woo Hyun)

*

‘Aku akan mengabulkan permintaanmu. Tapi dengan satu syarat.’ Sebuah suara menghampiri Suzy dan Woohyun yang tengah berada di dua tempat berbeda.

‘Dewa?’ Pekik keduanya bersamaan dan suara itu bergaung kembali.

‘Aku ulangi lagi. Aku akan mengabulkan permintaanmu tapi dengan satu syarat. Apa kalian menerima?’ Suara itu yang keduanya yakini sebagai Dewa itu sedang mencoba memberikan kesempatan bagi keduanya yang selalu saja memohon kehidupan yang lebih baik bagi kekasih-kekasih mereka.

‘Apa itu?’ Tanya keduanya bersamaan.

 

‘Jika kalian menginginkan kehidupan mereka tanpa dirimu. Maka aku akan membuat hal yang sama. Aku akan menghapus kehidupanmu tanpa mereka. Setuju?Apa kalian menerima syarat itu?’ Ada rasa takut saat syarat itu terucap. Wooyoung dan Suzy merasakan takut yang sangat dalam. Akankah ia bisa kehilangan semua rasa bahagia yang telah mereka lakukan bersama. Akankah rasa sakit yang mereka tinggalkan benar-benar lenyap?

‘Saya menerima’ Ucap keduanya akhirnya.

Tiba-tiba saja sebuah sinar menerangi keduanya di tempat berbeda. Suzy terlihat bingung dengan sinar yang seolah membelenggu tubuhnya. Tiba-tiba semua perasaannya pada Wooyoung hilang tak berbekas. Sinar itu juga merenggut ingatan dan perasaan Woohyun pada Emy, yeojacingunya yang selalu ia pikirkan, selalu di rindukan, dan selalu dicintai hingga dirinya melihat kematian menjemput raganya.

Sinar itu juga memberikan Suzy dan Woohyun sepasang sayap yang mengantarkan keduanya menuju kahyangan. Keduanya kini tak mengenali siapa kekasihnya dan segala tentang kehidupan mereka di dunia. Hanya dengan begitu semua akan menjadi baik-baik saja. Keinginan mereka akan segera terkabul ketika keduanya sampai di kahyangan.

*

Ting!

Suara pintu cafe berdenting dan sesosok yeoja dengan dress biru mudanya masuk. Yeoja itu duduk di pojok cafe yang mengesap secangkir coffe latte kesukaannya.

Tiba-tiba saja handphonennye bergetar.

‘Yoboseyo,’ Yeoja itu menjawab sebuah panggilan masuk yang membuatnya tersenyum senang.

‘Ne, aku sudah sampai. Oppa ada di mana?’ Tanya yeoja itu kemudian. Mendengar jawaban dari sang penelepon yeoja itu hanya mengangguk-angguk pelan dan berkata, ‘Aku akan menunggu.’ Panggilan telepon itu pun terputus.

Yeoja itu pun kembali menyesap kopinya dan mulai memainkan tabletnya dan mulai tak menghiraukan sekitarnya.

“Apa itu yeoja yang bernama Emy?” Tanya sesosok makhluk tak nampak pada sesosok lain yang berada di dekatnya.

“Ya, sepertinya.” Jawab sesosok itu dengan sedikit perasaan aneh yang menyempil di hatinya. Perasaan yang seharusnya ada namun ternyata kosong dan itu membuat sosok itu seperti kehilangan sesuatu yang berharga dari dirinya.

“Ada apa denganmu, Woohyun-shi?” Sosok di sebelahnya menyerngit heran dengan perubahan sikap Woohyun.

“Entahlah.” Suasana keduanya menghening sampai suara pintu yang berdenting kembali membuat keduanya kompak menengok.

“Nah, itu pasti Woo Young.” Woo Hyun sambil melihat catatan kecil yang ada di tangannya.

“Ah, Oppa!” Pekik Emy dengan senangnya dan hal itu membuat sosok di sebelah Woohyun merasakan sedikit rasa sakit di dadanya. Apa ini? Perasaan apa ini?

“Suzy-shi, kau tak apa?” Tanya Woohyun memastikan. Ia terlihat cemas dengan keadaan Suzy yang tak biasanya ia terus memegang dadanya seperti kesakitan.

“Ah, aku tak apa. Mari kita lanjutkan kerjaan kita.” Ajak Suzy dan Woohyun pun mengangguk.

Suzy dan Woohyun mendekati Emy yang nampaknya sedang asik mengobrol dengan namja yang baru saja datang menemuinya.

“Wooyoung Oppa, kapan kau akan mengajakku piknik. Bukankah kau sudah berjanji?” Tagih Emy yang dengan manjanya. Wooyoung yang melihat itu hanya tersenyum dan menggenggam tangan Emy.

“Emy-ya, bagaimana jika besok saja?”

“Eh? Jeongmalyo Oppa?”

“Ne,”

Ada sebuah perasaan yang menyesak yang tengah di alami Suzy dan Woohyun secara bersamaan. Perasaan itu seperti membuat hati mereka perih namun mereka tidak pernah merasakan perasaan itu. Perasaan itu seperti perasaan kosong yang entah apa namanya.

“Jam berapa sekarang?” Tanya Woohyun tiba-tiba. Suzy pun menengok.

“Ah, sekarang pukul dua siang kurang beberapa menit.”

“Baiklah. Tinggal menunggu sebentar lagi.”

“Apa mereka akan mati di sini?” Tanya Suzy kemudian.

“Ah, aniya. Mereka berdua akan kecelakaan di persimpangan jalan itu pada pukul dua lebih 5 menit. Jadi ayo segera menuju kesana dan selesaikan tugas kita untuk membawa roh keduanya ke kahyangan.” Suzy pun mengangguk dan keduanya pergi menuju persimpangan jalan untuk menjemput nyawa dua orang yang ternyata adalah dua orang yang sebelumnya sangat berarti dalam hidup mereka.

*

Walau kau telah melupakan hal berarti dalam hidupmu dan walaupun kau akan lupa selamanya. Namun perasaan berarti itu pasti akan selalu ada, walaupun berubah menjadi sebuah perasaan yang tak pasti. Perasaan yang kosong. EMPTY.

*

-The End-

Dimohon kritik dan saran perbaikannya ya? #Deepbow

About hanhyema

96line. Love music and fiction world. Setiap kali aku melihat cermin, yang aku tatap adalah masa lalu. Masa lalu yang kujanjikan akan berubah. Jika tidak bisa didunia nyata, kuharap aku bisa di dunia imajinasiku ini.

5 responses »

  1. anyeong eooni^^,masih ingat aku nggak?
    keren banget fanfiction nya😀.walauawalna agak sedikit bingung._.v
    eonni aku mau tanya di kata-kata yang ini –> “Setuju?Apa kalian menerima syarat itu?’ Ada rasa takut saat syarat itu terucap. Wooyoung dan Suzy merasakan takut yang sangat dalam.”
    itu wooyoung atau woo hyun yaa? aku masih agak bingung yan itu eonn._.v
    pokoknya fanfic eonni keren😀 terus berkarya eonn^^

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s