RSS Feed

[Prolog] The Wedding Anniversary

Posted on

Oh Sehun | Seo Joohyun | Oh Family | Seo Family

Family | Romance  |PG-15  | Series

Han Hyema Storyline & Artposter

 The Wedding Anniversary

Annyeong, wah sesuai yang saya perkirakan kalau saya bakal molor buat Sequel of The CrazyEngagement. Nah, dari pada nunggu lama, makanya saya buat dulu prolognya. Mian kalau gak sesuai keinginan. Di mohon kritik dan saran perbaikannya. #Deepbow 

The Wedding Aniversary prolog

Seohyun POV

Suara jendela terpatuk membangunkanku. Aku menggeliat pelan dan merasakan sebuah tangan besar melingkar di perutku. Aku menengok sekilas dan melihat Sehun masih tertidur pulas dengan wajah yang menempel di punggungku. Tiba-tiba saja aku ingin tersenyum. Sungguh, entah mengapa.

“Sehun-aa?” Panggilku pelan sambil menggoyangkan sedikit tangannya yang tak mau lepas.

Eum! Gumamnya kecil sambil merapatkan tangannya di perutku. Aish, namja ini.

“Sehun-aa?” Panggilku lagi dan dia hanya diam sambil sesekali mendekur.

Aish, kebiasaan yang jelek.” Aku pun akhirnya terdiam terpaku menunggunya bangun.

Aku melirik jam sekilas. Pukul setengah tujuh kurang tiga menit. Setidaknya aku perlu menunggu tiga menit. Sehun selalu bangun tepat pukul setengah tujuh dan ia selalu begitu. Selalu tepat waktu. Bahkan dalam tidur pun.

Mataku kini terpaku pada jendela yang hanya di lapisi tirai putih yang agak tembus pandang sehingga sinar matahari dengan bebasnya masuk ke dalam kamar.

Tuk!Tuk!Tuk!

Aku dapat melihat walau sedikit samar. Ada seekor burung pematuk yang hobi sekali mengatuk jendela kamar kami. Ya, burung itu kata pemilik rumah yang dahulu. Burung pematuk itu selalu datang berkunjung saat pagi untuk memakan biji-bijian yang biasa pemilik rumah berikan dan sekarang itu menjadi tugas kami nampaknya.

Kring!!!!!

Jam weker berdering dan tiba-tiba saja Sehun menggeliat di belakangku dan menaruh wajahnya di pundakku yang menghadap samping tempat tidur.

“Selamat pagi, yeoboah.” Ucapnya sambil tersenyum kecil mendapatiku hanya diam sewaktu di peluknya.

“Selamat pagi juga.” Jawabku sekenanya dan mulai menyingkirkan tangan Sehun dari perutku.

“Apa kau menungguku lagi?” Riak wajahnya berubah saat menyadari bahwa aku menunggunya sampai ia terbangun sama seperti hari kemarin, lusa, sebelum lusa, sebelum-sebelumnya lusa dan hari-hari sebelumnya.

Ne,” Jawabku kemudian sambil bangkit dari tidurku dan mulai terduduk menghadap jendela. Kembali menatap burung yang sekarang menjadi dua ekor. Burung itu nampak kompak mematuk dan selalu kompak menonton kami yang terkadang ribut atau pun.., ya kau tahulah.

“Ah, mianhae.” Jawabnya lagi sambil bangkit dari tidurnya dan memelukku dari belakang. Seperti biasa ia menaruh wajahnya di pundakku dan menaruh kedua tangannya di perutku.

Aku menengok kearahnya dan memberikan sebuah senyuman untuknya. “Tak apa, cepat sana mandi. Aku akan memasak untukmu.” Perlahan aku mencoba melepaskan pelukan dan tangan besar milik Sehun. Namun tanpa ku sangka ia malah mempererat pelukannya.

“Ah shireo, sebentar saja. Kumohon.” Aku terdiam dan mulai menatap lurus sambil merasakan sedikit kehangatan yang di berikan darinya. Mataku mengantup dan darahku terasa berdesir. Kenapa walau hanya dengan pelukan seperti ini, hatiku sungguh merasa bahagia? Ya, aku sungguh merasa bahagia.

Sehun POV

Aku merasa ia terdiam. Tidak berbicara atau menolak perlakuanku yang selalu suka memeluknya. Entah mengapa, aku selalu merasa bahagia bersamanya. Aku juga merasakan rindu yang berlebih walau hanya terpisah satu centi saja darinya.

Yeobo-ah,” panggilku lirih sambil mendaratkan ciuman kilat di tengkuknya yang membuat Seohyun bergeliat kecil sambil bergumam. “Eum! Ada apa?”

 

Aku terkekeh pelan, “Ah ani,” Ku lepaskan pelukanku dan beranjak turun dari ranjang. Aku berjalan menuju jendela kamar yang sedari tadi gaduh dengan suara patukan burung.

“Hari ini apa kau punya waktu?” Ku buka jendela itu dan memberikan beberapa biji-bijian yang selalu siap di kantung samping jendela. Burung-burung itu langsung memakan biji-bijian itu seakan lupa dengan suara gaduh yang baru saja mereka buat.

“Memangnya ada apa?” Seohyun balik bertanya padaku dan dari derap langkah yang mendekat, aku tahu sekarang ia berada tepat di belakangku.

“Ayah dan ibu meminta kita berkunjung ke rumah.” Jawabku seadanya dan hal itu membuat Seohyun menepuk bahuku.

“Jam berapa?” Ia bertanya lagi dan aku menjawab sore ini. Wajahnya nampak bingung. Sesekali ia menggigit bibir bawahnya tanda ada hal yang ingin ia katakan namun tertahan.

“Apa ini masalah bulan madu?” Yeoja ini memang sangat peka. Dia tahu kemana hal itu meruncing. Seohyun menatapku dengan perasaan was-was.

“Ya,” Seohyun menghela napas lirih dan membalikkan badan menjauhiku menuju pintu kamar. “Bersiap-siaplah. Aku akan memasak sarapan pagi dahulu. Kau mandi duluan.” Ucapnya sesaat sebelum pintu itu tertutup kembali setelah Seohyun keluar dari kamar.

 

Di sini aku mengutuk diriku sendiri karena mengungkit masalah bulan madu yang selalu orangtua kami inginkan. Bukannya kami tidak mau, tapi bukankah kami harus menyelesaikan kuliah kami dahulu? Bukankah pendidikan itu harus di utamakan? Aish, bodohnya aku. Kenapa masalah bulan madu harus di permasalahkan? Aish, kenapa mereka selalu ikut campur dengan dan apa saja yang kami lakukan? Dan kenapa mereka begitu menyebalkan?

*

A/N : Semoga ini mengobati sedikit kerinduan sama FF Seohyun couple #Ngarep #Plak. Hehe. Oh ya, ada yang bisa nebak jalan ceritanya? Di tunggu komentarnya. ^^

 

 

About hanhyema

96line. Love music and fiction world. Setiap kali aku melihat cermin, yang aku tatap adalah masa lalu. Masa lalu yang kujanjikan akan berubah. Jika tidak bisa didunia nyata, kuharap aku bisa di dunia imajinasiku ini.

2 responses »

  1. nice ff Thor akhirnya seohun nikah
    lanjuut baca part 1 ya Thor

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s