RSS Feed

[FF Request] The Crazy Engagement – Chapter 1 (Full Version)

Posted on

For Ega, Hope You like it ♥

Han Hye MA © 2012 FF Request PRESENTS

Author                  : Han Hye Ma (IRF)

Main Cast            : Oh Sehun (EXO-K) dan Seo Joohyun (SNSD)

Support Cast      : Seo Family, Oh Family, Choi Sulli F(x), Lee Donghae dan Tao (EXO-M) coming soon

Genre                   : Family, Romance

Rating                   : PG-15

Length                  : Twoshoot

A/N                        : Annyeong Hyema balik bawa request ff untuk Ega. Ini chapter 1 penuhnya saeng. Kemarin hanya setengah jadi. Mian banget ya? hehe Oke seperti biasa Hyema minta RCL sama temen-temen readers ataupun siders. Yah walaupun gak yakin siders pada comment. Tapi Hyema tetap menantika dengan setianya. #Ceilah.

Keep RCL and for Siders, don’t make me cry. Please RCL like another readers. PLAGIAT? You’re NG!

>>>> Loading to [1st] The Crazy Engagement –SHIREO- >> By Han Hye Ma >>>>

Seohyun menatap hidangan makan malam dengan tak berselera. Matanya nampak sayu dan tubuhnya sangat tak nyaman berada di tempat itu.

Perlahan ia melirik ayahnya yang berada di samping kanannya dan ibunya yang berada di samping kirinya. Mereka nampak bahagia. Namun tidak dengan Seohyun.

Pintu berderit. Seohyun menoleh dan mendapati orang yang sedang keluarganya tunggu datang. Wajahnya tak asing bagi Seohyun. Wajah yang selalu Seohyun hindari, wajah yang ingin Seohyun enyahkan dari kehidupannya. Wajah dengan pemilik bernama Oh Sehun. Namja yang dengan teganya merusak kehidupannya selama ini.

“Maaf saya terlambat.” Ucap Sehun sambil membungkukkan badan. Sehun mengenakan jas hitam dipadupadankan dengan dasi biru bercorak putih. Ia terlihat sempurna. Namun terlihat menyebalkan bagi Seohyun.

Ayah Seohyun berdiri dan menyuruhnya duduk tepat di depan Seohyun. Ia tersenyum dan keduanya duduk bersamaan. Mata Sehun melirik Seohyun sekilas dan tidak ada kesan manis sama sekali. Ia melirik Seohyun dengan tatapan benci. Dan begitu pula Seohyun membalas Sehun dengan tatapan penuh kebencian.

-oo0oo-

Flashback, 5 hari yang lalu.

“SHIREO!!” Seohyun berteriak kencang. “Appa, itu tidak adil untukku. Bocah itu dan perjodohan itu. Aku tidak pernah mau menerimanya!” Seohyun berlari menaiki tangga menuju kamarnya di lantai dua.

Tuan Seo terus berteriak di setiap langkah Seohyun. “Appa tidak pernah ingin mendengar jawaban tidak darimu! Kau harus mau!” Hardiknya pada Seohyun.

Namun Seohyun tidak menggubrisnya. Ia terus berlari hingga mencapai kamarnya dan mengunci pntu rapat-rapat.

“Pokoknya aku tidak akan mau melakukannya!” Teriak Seohyun kembali dan itu membuat Tuan Seo naik darah. Langkahnya hendak menaiki tangga dan menggedor pintu kamar Seohyun dengan sekuat tenaga namun Nyonya Seo mencegahnya.

“Yeobo, biarkan dia sendiri. Jangan terlalu keras. Ia akan semakan memberontak.” Ucap Nyonya Seo pada Tuan Seo yang menenangkan pikirannya.

“Perjodohan itu tetap harus di laksanakan. Apapun yang terjadi Seohyun harus mau.” Ucap Tuan Seo pada Nyonya Seo.

“Saya tahu. Tapi biarkan Seohyun sendiri dahulu.” Ucap Nyonya Seo bijaksana.

Di tempat lain dan di situasi yang sama. Sehun sedang menggenggam erat tangan seorang gadis cantik bernama Sulli saat Tuan dan Nyonya Oh menghampiri apartement miliknya.

“Abeoji!” Sehun terlonjak kaget dan segera berdiri. Tangannya masih bertautan dengan Sulli yang kebingungan dengan datangnya kedua orangtua Sehun secara mendadak.

“Sehun-a, cepat kembali ke rumah. Ada hal yang harus kami bicarakan.” Ucap Nyonya Oh dengan lembut. Sehun pun mengangguk menyetujinya.

“Sehun, siapa yeoja yang bersamamu itu?” Tanya Tuan Oh dengan suara agak keras.

“Ah Abeoji, kenalkan ini yeojacinguku.” Sehun pun memperkenalkan Sulli di depan orangtuanya.

“Ne, annyeonghaseo jeoneun Sulli imnida. Bangapseo imnida.”Sulli membungkuk tanda ia memberi salam pada orangtua kekasihnya namun dibalas cuek oleh Tuan Oh.

“Cepat pulang.” Hanya itu yang keluar dari mulut Tuan Oh dan ia segera menarik istrinya pergi dari apartement milik Sehun.

Hal itu membuat Sehun dan Sulli kebingungan.

“Apa aku melakukan kesalahan?” Tanya Sulli pada Sehun.

Sehun menggeleng cepat. “Aniyo, kau tidak melakukan kesalahan apapun. Abeoji memang seperti itu.” Sehun berusaha menenangkan Sulli, walaupun di dalam hati ia tahu bahwa ayahnya tidak menyukai Sulli. Namun Sehun tidak tahu alasannya.

Selepas Sehun mengantar Sulli pulang, ia bergegas menemui kedua orangtuanya. Ada hal yang ia rasa mengganjal pada sikap ayahnya pada Sulli. Padahal dari dulu, ayahnya selalu ingin Sehun memperkenalkan yeojacingunya.

Sesampainya di rumah Sehun di sambut dengan suara tawa keras dari ruang tamu. Rupanya Bukan hanya keluarga Oh yang berkumpul. Ada Keluarga Seo minus Seohyun sedang berbincang bersama kedua orangtua Sehun.

“Aku pulang.” Ucap Sehun. Seisi ruangan melihat kea rah pintu masuk.

“Ah itu dia. Kenapa kau terlambat? Ini sudah sangat malam.” Nyonya Oh menyambut kedatangan Sehun dan menyuruh Sehun duduk di samping Tuan Seo.

“Ada apa ini?” Mata Sehun meminta penjelasan dari ayahnya.

“Apa Sehun belum mengetahuinya?” Tanya Tuan Seo pada ayah Sehun. Sehun pun memandang ayahnya dengan tatapan minta penjelasan.

“Dia belum tahu. Hari ini saya berencanau ntuk menjelaskannya.” Ucap ayah Sehun pada Tuan Seo.

“Abeoji?!” Sehun semakan meminta penjelasan.

“Baiklah, ayo kita pulang. Biarkan mereka membicarakan hal itu pada Sehun. Tuan Oh kami pamit pulang.” Tuan dan Nyonya Seo berdiri.

Tuan dan Nyonya Oh juga ikut berdiri dan mengantar mereka sampai halaman. Sesudah Tuan dan Nyonya Seo pergi, Sehun nampak meminta penjelasan atas sikap ayahnya kepada Sulli, pacarnya dan tentang yang dimaksudkan Tuan Seo.

Mata Sehun terbelalak dengan satu pandangan kosong.

“Abeoji jangan bercanda! Seohyun? Abeoji tahu aku sudah mempunyai Sulli dan aku sangat menyukainya! Lebih dari siapapun dan dengan tegas aku menolak!” Tangan Tuan Oh terkepal. Ia geram akan sikap Sehun dan Seohyun yang keduanya terus menolak akan perjodohan yang sudah kedua keluarga ini putuskan sejak keduanya masih kanak-kanak.

“Karena itu, Abeoji mennyuruhmu memutuskan Sulli secepatnya!” Sehun seketika bangkit berdiri.

“Tak akan pernah! Sulli adalah yeoja yang sangat aku cintai. Sedangkan Seohyun, ia juga pasti tidak akan pernah mau denganku dan aku pun begitu!”

Sehun berbalik hendak pergi namun Tuan Oh mengatakan “Kau seperti seorang yeoja yang ingin menangis, jangan pergi ketika Abeoji berbicara padamu!” Ucap Tuan Oh pada anak semata wayangnya itu.

“Apa ada yang harus dibicarakan lagi? Seohyun dan aku menolak lalu kenapa Abeoji tetap berusaha melakukan hal yang sia-sia seperti ini?”

“Hal yang sia-sia kau bilang?” Tuan Oh hendak memukul anaknya itu namun di cegah oleh Nyonya Oh.

“Yeobo, jangan lakukan kekerasan di rumah ini. Itu tidak baik.” Ucap Nyonya Oh lembut. Tuan Oh tidak jadi memukul Sehun, beliau memilih untuk duduk. Nyonya Oh juga mengajak duduk Sehun dan ketiga terduduk di ruang tamu dalam keadaan diam yang cukup lama.

“Jika semua ini batal itu berarti usaha kami untuk menyatukan kalian berdua akan menjadi sia-sia Sehun-ya.” Ucap Nyonya Oh pada Sehun yang duduk disampingnya.

“Tunggu, apa maksud umma?” Semuanya kembali diam, hanya sehun yang berkutat dengan pikirannya.

“Apa jangan-jangan yang eomma maksudkan adalah .. ” Nyonya Oh mengangguk. “Jadi itu semua penjelasan atas segala hal yang terjadi selama ini?” lanjut Sehun tak percaya.

“Sejak kecil kau selalu bermain dengan seohyun dan kami mengenal keluarganya dengan baik. Sejak saat itu pula kami sepakat dengan perjodohan ini Sehun-ya. Kami juga yang mengatur sekolah kalian untuk selalu bersama. Dan kami juga sudah mengatur segalanya sampai proses pernikahan kalian nanti. Semua itu membutuhkan banyak persiapan. Persiapan itu sudah di lakukan sejak 13 tahun yang lalu dan itu waktu yang sangat panjang. Jika kalian berdua tidak menjadi seperti yang kami harapkan maka semua itu akan menjadi sia-sia. Apa kau paham?” Sehun terdiam.

Ketika Tuan Oh mulai tenang, beliau pun berbicara halus pada Sehun.

“Bukankah kau mengatakan ini adalah hal yang sia-sia? Sia-sia atau tidak itu tergantung kalian berdua dan bukankah kalian begitu dekat?”

“Tidak, kami tak pernah dekat sama sekali.” Jawab Sehun seadanya, matanya mulai menerawang kejadian 13 tahun yang lalu saat umurnya 8 tahun.

“Tapi kalian berdua kami lihat dulu begitu .. ” Ucapan Nyonya Oh terpotong oleh sanggahan Sehun.

“Waktu terus berubah dan begitu pula kami. Tolong jangan pernah libatkan kami ke dalam perjodohan ini. Aku tak akan pernah mau.” Ucap Sehun.

“Apa terjadi sesuatu?” Sehun terdiam dan itu cukup bagi Nyonya Oh bahwa terjadi sesuatu di antara keduanya.

“Abeoji tetap memutuskan kalian berdua akan tetap bersatu di pelaminan. Baik sukarela ataupun terpaksa, kalian harus melakukannya!” Ucap Tuan Oh dan beliau pun berdiri dan pergi meninggalkan Nyonya Oh dan Sehun di ruang tamu.

Sebelum Tuan Oh pergi Sehun berteriak “Bukankah Abeoji menyuruhku untuk memperkenalkan yeojacinguku? Itu berarti Abeoji menginginkanaku  memiliki kekasih bukan? Tapi kenapa sekarang Abeoji mengatakan sudah menjodohkan aku dengan Seohyun sejak kecil.”

Tuan Oh berbalik dan berkata “Itu hanya camouflage, kau tak benar-benar berpikir Abeoji akan mengijinkan kamu mempunyai kekasih selain yang sudah Abeoji dan eommamu tetapkan bukan?” Dan Tuan Oh benar-benar pergi.

Sehun terduduk lemas. Ia tahu bahwa Abeojinya bukan tipe orang yang mengalah demi kebahagiaan anaknya. Abeojinya akan tetap pada pendiriannya walaupun itu membuatnya kehilangan nyawa. Dan Sehun yakan ia tidak bisa mengalahkan Abeojinya itu. Tapi ia juga tidak akan pernah mau bersama Seohyun. Sehun membencinya dan begitu pula Seohyun membenci Sehun.

“Eomma ingin berbicara denganmu. Apa kau ingin mendengarkan?” Tanya Nyonya Oh sesaat setelah Tuan Oh pergi.

Sehun menatap eommanya dalam. Ia yakan itu suatu hal yang penting dan ia yakan itu hal yang akan membuatnya ikut dalam permainan konyol itu. Tapi dalam pikirannya Sehun terus berkutat, bagaimana cara Sehun tetap bersama Sulli dan tidak terpengaruh dengan yang akan Nyonya Oh ucapkan padanya.

“Aku mendengarkan.” Nyonya Oh tersenyum dan Sehun terperanjat sesaat setelah Nyonya Oh selesai mengucapkan hal yang membuat Sehun nampaknya tidak bisa membatalkan perjodohan itu.

*

Seohyun hampir saja menggebrak meja kantin kalau saja Donghae tidak mencegahnya.

“Apa kau mau membuat keributan?” Tanya Donghae. Matanya yang sipit itu menatap Seohyun dengan tajam.

“Tapi Oppa, dia yang memulai semua ini duluan!”

“Entah siapa yang memulai duluan, tapi oppa minta kamu tenang. Ini tempat umum Seohyun-ya. Jangan bertindak di luar batas.”

“Oppa?” Protes Seohyun. Namun Donghae segera menarik tangan Seohyun menjauh dari Sehun yang sedang berada di depan keduanya.

“Oppa apa yang terjadi? Kenapa Seohyun eonni marah pada oppa?” Tanya Sulli yang kebingungan.

Wajar saja Sulli bingung, karena setibanya Sehun di kampus. Sehun langsung mencari keberadaan Seohyun. Ketika menemukan Seohyun yang sedang bersama Donghae, Sehun langsung mengajaknya bicara. Sulli dan Donghae yang kebingungan pun ditinggal sendirian.

Keduanya berbicara dengan penuh emosi kadang keduanya saling menunjukkan jari. Entah apa yang dibicarakan. Namun setelah keduanya berbicara, Seohyun yang tidak dapat mengatur emosinya langsung meninggalkan Sehun dan kembali ke Donghae dan Sulli berada.

“Oppa, aku ingin meminta sesuatu padamu. Tolong bantu aku.” Ucap Seohyun pada Donghae. Suasana masih membingungkan dan ditambah kedatangan Sehun yang langsung menarik tangan Seohyun.

“Kau jangan gegabah. Ini masalah nyawa. Apa kau tak bisa mengerti posisiku? Kau benar-benar egois!” Teriak Sehun pada Seohyun.

“Jangan pernah mengataiku EGOIS Tuan Oh muda! Apa kau piker ini menguntungkan bagiku, hah?” Teriak Seohyun balik. Seisi kantin melihat kea rah Seohyun dan Sehun yang sedang bertengkar.

“Oppa, hentikan!” Ucap Sulli sambil menarik-narik baju Sehun. Sehun pun menengok. Ia melihat Sulli begitu ketakutan melihat dirinya marah. Matanya meminta Sehun menghentikan pertengkarannya dengan Seohyun.

Dan kejadian itu pun terjadi. Seohyun hamper menggebrak meja dan Donghae membawanya pergi. Sehun dan Sulli yang masih menjadi perhatian banyak pengunjung kantin pun memilih pergi dari tempat itu.

Di dalam mobil, Sehun pun menyandarkan kepalanya ke belakang. Sulli yang berada di sampingnya masih merasa takut karena baru pertama kalinya melihat Sehun marah.

“Maafkan aku.” Ucap Sehun. Matanya terpejam. Ia sedang berusaha meredam emosinya.

“Jika oppa ada masalah, ceritakanlah. Aku siap mendengarkan.” Pinta Sulli. Ia tahu ada sebuah masalah yang sedang di alami oleh namjacingunya ini.

“Tapi oppa yakin kau tidak akin siap mendengarnya Sulli-ya.”

“Kau takkan siap.”

“Oppa?” Sulli memandang wajah Sehun dan meletakkan tangannya di kedua pipi Sehun.

“Apa ini mengenai perjodohan antara oppa dan Seohyun eonni?” Tanya Sulli dengan wajahnya tenangnya.

“Sulli-ya?” Sehun terlonjak kaget. Ia segera bangun dari sandarannya.

“Sulli sudah tahu kalau oppa akin dijodohkan dengan Seohyun eonni.” Sulli berusaha tersenyum walau Sehun tahu, Sulli ingin menangis sejadi-jadinya.

“Apa orangtua oppa yang memberitahu Sulli?” Sulli menggeleng. Sehun mengambil kedua tangan Sulli yang masih berada di pipinya.

“Dari orangtua Sulli, oppa. Eomma memberitahu Sulli kemarin malam. Awalnya Sulli sedih namun sekarang Sulli tahu bahwa Sehun Oppa tidak bisa menolak perjodohan itu karena ibunda oppa sedang sakit kan?” Sehun menunduk dan terus menggenggam erat tangan Sulli.

“Tapi oppa tidak mau. Oppa sangat mencintai Sulli.” Sehun mencium kedua tangan Sulli bergantian.

“Oppa, Sulli juga ingin jujur. Sulli juga di jodohkan dengan seseorang yang bahkan Sulli tidak tahu orangnya. Oppa sudah mengenal lama Seohyun eonni, jadi Sulli rasa oppa masih bisa menemukan kebahagiaan oppa. Tapi Sulli? Sulli hanya bisa menerima Tampa tahu apa-apa.” Sehun yang awalnya tertunduk pun menaikkan wajahnya. Di tatapnya lekat wajah Sulli.

“Andwae! Sulli hanya milik oppa! Oppa tidak akin membiar .. ” Ucapan Sehun terputus saat Sulli dengan cepatnya mencium bibir Sehun.

“Oppa, Sulli juga tidak menginginkannya. Lalu bagaimana dengan nasib ibundanya oppa. Sulli khawatir. Dan lagi pula orangtua Sulli tidak akin membiarkan Sulli tidak bahagia. Oppa tolong pikirkan lagi.” Sehun terdiam. Ia hamper menangis.

“Lagi pula Sulli sudah tahu bahwa pada akhirnya kita tidak bisa bersama. Karena sebelum Sulli bertemu oppa, Sulli sudah tahu kalau Sulli dijodohkan. Maafkan Sulli. Mungkin dengan cara begini, Sulli tidak akin merasa bersalah.” Sulli keluar dari mobil Sehun. Butiran-butiran air matanya sudah mengapung di kelopak matanya yang cantik. Sulli bahkan sedang terisak. Ia berlari pergi menjauh dari Sehun.

Sehun yang menyadari kepergian Sulli pun mengejarnya tapi ia tidak bisa menemukannya. Sehun terduduk lemas di aspal, ia bingung. Ia  ingin menangis dan berteriak sejadi-jadinya. Tapi Ia tidak bisa melakukannya. Ia ingin terlihat kuat di mata Sulli.

Suara ringtone smartphone milik Sehun berbunyi. Ayahnya menelpon.

“Yoboseyo” Sehun mengangkat teleponnya.

“Tapi abeoji, Sehun sedang .. ” Raut wajah Sehun menjadi pucat.

“Bagaimana keadaan eomma?” Sehun terlihat panic dan pergi mengmbil mobilnya.

“Ne, Sehun segera ke sana.” Sehun pun pergi dari tempat itu.

Ketika Sehun pergi, ternyata Sulli masih berada di tempat itu. Ia bersembunyi. Ia bersembunyi di balik tembok kampus. Di sana ia terus menangis, ia sangat terpukul dengan perjodohan Sehun dengan Seohyun tapi di sisi lain. Ia juga di jodohkan. Ia merasa antara rasa bersalah dan sakit hati yang ia terima itu pantas untuknya. Namun ia begitu mencintai Sehun.

*

Tak jauh dari tempat Sulli menangis, terdapat sebuah taman kecil dengan banyak pohon rindang dan bangku kecil tempat para mahasiswa berkumpul.

“Jadi kau dijodohkan?” Tanya Donghae lemah. Ia begitu terkejut.

“Tolong bantu aku, oppa. Aku tak mau dengan namja itu. Aku tak mau dengan Sehun.” Seohyun menatap Donghae dengan memelas. Namun Donghae hanya diam.

“Oppa marahkan? Aku yakin oppa pasti marah dan akin membantuku. Oppa jawab pertanyaanku!” Tangan Seohyun bergelayut manja. Donghae tidak segera menjawab, ia malah mendongakkan wajahnya.

“Aku butuh waktu. Oppa marah. Dan bahkan sangat marah. Namun Oppa butuh waktu.” Ucap Donghae, ia menutup matanya.

Seohyun pun berdiri, ia akin pergi dari tempat itu dan meninggalkan Donghae untuk menenangkan diri. Seohyun sudah hafal dengan tingkah laku dan kebiasaan yang Donghae selalu lakukan. Maka dari itu ia lebih memilih pergi.

*

Dengan langkah cepat Sehun berlari ke arah rumah sakit. Ibunya dirawat karena penyakitnya bertambah parah. Ibu sehun menderita kanker pancreas stadium tiga. Dan selama ini hanya Tuan Oh yang mengetahuinya. Kemarin ketika Sehun dengan tegas menolak perjodohannya dengan Seohyun, Nyonya Oh mengatakan bahwa keinginan terakhirnya adalah menikahkan Sehun dengan Seohyun. Hal itulah yang menjadi alasan keributan antara Seohyun dan Sehun ketika di kantin.

“Abeoji, bagaimana keadaan eomma?” Tanya Sehun ketika sampai di ruang UGD. Tuan Oh menggeleng. Ia benar-benar tidak tahu keadaan istrinya.

“Jika kau peduli, turutilah permintaan terakhir eommamu itu.” Ucap Tuan Oh pada Sehun. Sehun yang pikirannya sedang kalut pun menjawab. “Abeoji kenapa berbicara seperti saat kondisi eomma seperti ini? Apa abeoji tidak peduli dengan kondidi eomma?”

“Justru karena abeoji peduli! Eommamu adalah orang yang paling menginginkan perjodohan itu. Dan karena kalian berdua terus menolak, ia selalu kepikiran dank arena itu kondisinya semakin parah. Apa kau paham?” Sehun terdiam. Untuk hal yang satu ini Sehun memilih untuk diam. Ia tahu kalau ini semua salahnya. Sehun tidak pernah ingin dan apalagi mau melakukannya. Tapi seperti yang ia bilang dalam pertengkarannya dengan Seohyun ini juga masalah nyawa.

*

Seohyun pulang dalam keadaan masih memikirkan yang terjadi di kantin dan apa yang akin di katakan Donghae atas permintaannya. Seohyun benar-benar ..

“Seohyun-a!!” Teriak Tuan Seo mendapati putrinya pulang. Seohyun pun menoleh pada ayah dan ibunya yang berada di ruang keluarga. Keduanya duduk disana dengan berpakaian rapi dan hendak pergi.

“Sekarang ganti pakaianmu. Ikut dengan kami. Kita akin menemui Nyonya Oh yang .. ” Belum sempat Tuan Seo melanjutkan ucapannya, Seohyun sudah berteriak dengan kencang padanya.

“SHIREO!! Aku tidak mau!”

“Apa yang kau katakan? Kau tidak mau?” Tuan Seo mulai geram. Nyonya Seo menggengam tangan Tuan Seo untuk tidak emosi dan mengingatkan untuk menenangkan diri.

“Ne, aku tidak mau. Aku tidak mau ke perjodohan itu!” Teriak Seohyun lagi.

“Kita bicarakan perjodohan itu nanti saja. Tapi sekarang kita jenguk Nyonya Oh yang sekarang terbaring di rumah sakit.” Ucap Nyonya Seo dan hal itu membuat Seohyun terkejut.

“Mwo? Nyonya Oh dirawat di rumah sakit?” Nyonya Seo mengangguk.

“Kau harus ikut. Ayo cepat ganti baju sekarang!” Teriak Tuan Seo pada Seohyun yang melamun.

“Kenapa aku harus ikut? Aku tidak mau ikut, jika aku ikut berarti aku setuju dengan perjodohan itu. SHIREO!”

Seohyun hendak menaiki tangga saat Nyonya Seo berucap “Tapi beliau di rawat karena kalian berdua. Kalian berdua penyebabnya dan apa salahnya menjenguk hah?”

Seohyun menoleh, “Apa maksud eomma?” Seohyun melihat kea rah kedua orangtuanya meminta penjelasan.

“Nyonya Oh menderita kanker pancreas stadium 3. Ia adalah orang paling menginginkan perjodohanmu dengan anaknya, Sehun. Tapi kalian berdua selalu menolaknya dan akibatnya ia selalu memikirkan hal itu dan berdampak pada penyakitnya.” Seohyun menutup mulutnya. Ia tidak tahu harus berkata apa, dan barulah ia sadari apa maksud sehun ketika di kantin pagi tadi. ‘Kau jangan gegabah. Ini masalah nyawa. Apa kau tak bisa mengerti posisiku? Kau benar-benar egois!’ Ucap Sehun pada Seohyun.

“Ayo cepat ganti bajumu. Kita pergi.” Ajak Tuan Seo. Beliau segera pergi ke depan rumah di ikuti Nyonya Seo.

“Eomma tunggu di luar.” Seohyun pun segera naik ke kamarnya. Ia berganti baju dan melihat bayangan dirinya sendiri di cermin. ‘Apa yang harus aku lakukan sekarang?’ Ucap Seohyun pada hatinya.

*

Sehun sekarang berada di samping ibunya. Ia terus menatap wajah ibunya yang begitu pucat dan tertidur pulas. Dari tatapan itu, begitu terlihat kalau Sehun benar-benar merasa bersalah. Ia juga bingung harus bagaimana.

Pintu kamar terbuka dan Tuan Oh datang bersama Keluarga Seo termasuk pula Seohyun. Sehun menoleh dan betapa terkejutnya akin kehadiran Seohyun yang ikut mengekor di belakang ketiganya.

Nyonya Seo langsung menghampiri Sehun yang masih terduduk di samping ibunya.

“Bagaimana keadaan eommamu?” Tanya Nyonya Seo.

“Membaik.” Jawab Sehun singkat.

“Syukurlah.” Lalu Tuan Oh dan Tuan Seo pun ikut bergabung di sekitar tempat tidur Nyonya Oh. Sehun pun terpaksa menyingkir dan membiarkan ketiganya mengetahui kondisi ibunya.

Sedangkang Seohyun masih berada di depan pintu dengan wajah yang tak tahu harus melakukan apa. Seohyun benar-benar merasa bingung. Perlahan ia maju untuk melihat keadaan Nyonya Oh lebih dekat.

Seohyun benar-benar tercekat dengan keadaan Nyonya Oh. Dan di dalam hatinya ia terus merasa bersalah.

“Sehun?” Panggil Tuan Oh pada anaknya. Sehun yang dari tadi hanya melihat kea rah jendela pun menengok.

“Ada apa abeoji?”

“Ajak Seohyun keluar. Kau masih ingatkan apa yang dikatakan dokter? Tidak boleh banyak penjenguk dalam satu kamar. Ini sudah sangat berlebihan. Temani dia di luar.” Perintah Tuan Oh pada anaknya.

Sehun mengangguk dan mengajak Seohyun keluar. Di luar kamar keduanya sepakat untuk ke taman rumah sakit.

Di taman keduanya memilih tempat duduk yang berhadapan. Sehun duduk di sisi kanan jalan setapak dan Seohyun duduk di sisi kiri jalan setapak. Suasana  di antara keduanya berubah canggung. Mereka berdua lebih memilih untuk diam dan menikmati pemandangan taman di sekeliling mereka.

“Terima kasih sudah datang.” Sehun adalah tipe orang yang tidak suka berdiam-diaman dalam waktu lama. Walau keduanya tidak pernah mengobrol santai selama tiga tahun ini. Namun dengan secara spontannya Sehun bertanya pada Seohyun.

“Eh?” Seohyun kaget  dengan pertanyaan Sehun. Baginya ini pertama kalinya Sehun berbicara dengan nada normal sejak 13 tahun yang lalu.

“Aku juga turut andil dalam hal ini bukan?” Jawab Seohyun atas pertanyaan yang di ajukan padanya. Sehun pun mengangguk.

“Bagaimana keadaan Nyonya Oh?” Seohyun memandang ke lain arah saat menanyakan keadaan Nyonya Oh –Ibunda Sehun-.

“Seperti yang aku katakan di kamar. Beliau membaik.” Sehun pun melihat ke arah lain.

Suasana canggung kembali datang. Dan pada saat itulah satu ide konyol menghampiri pikiran Sehun yang sedang begitu bingungnya akin keadaan ibunya.

“Bisakah aku meminta bantuanmu?” Seohyun pun menoleh.

“Bantuan?” Sehun mengangguk dan ia maju mendekat ke tempat duduk Seohyun.

“Hai apa yang mau kau lakukan?” Sehun mendekat ke wajah Seohyun dan itu membuat Seohyun mundur beberapa senti.

“Apa yang pikirkan? Aku hanya ingin berbisik.” Jawab Sehun enteng.

“Cepat lakukan!” Dan Sehun pun membisikan sesuatu yang membuat mata Seohyun terbelalak.

“Apa kau gila?! Aku tak mau!” Tolak Seohyun mentah-mentah.

“Hai apa kau kira aku mau melakukannya? Ini demi kebaikan Eommaku. Jika setelah itu keadaannya mulai membaik. Kita pikirkan cara lain.” Sehun berusaha membujuk Seohyun agar mau mengikuti rencananya.

“Apa tidak ada cara lain?” Seohyun yang sedari tadi merasa bersalah pun masih keberatan dengan rencana gila milik Sehun itu.

“Tidak ada. Itu satu-satu cara yang membuat ibuku merasa lebih baik dan kita tidak perlu melakuakan hal gila yang orangtua kita rencanakan.”

“Dengan pura-pura bertunangan begitu?” Tanya Seohyun sinis dan Sehun mengangguk pasti.

-oo0oo-

>>>> Waiting to [2nd] The Crazy Engagement –Konflik Masa Kecil- >>By Han Hye Ma >>>>

Gimana readers? Bagus? Gaje? Jelek? NG? Saya minta comentnya ya? Ditunggu^^

About hanhyema

96line. Love music and fiction world. Setiap kali aku melihat cermin, yang aku tatap adalah masa lalu. Masa lalu yang kujanjikan akan berubah. Jika tidak bisa didunia nyata, kuharap aku bisa di dunia imajinasiku ini.

3 responses »

  1. rencana. a apa sih Thor penasaran
    numpang baca next part ya Thor

    Balas
  2. pura pura bertunangan? penasaran ^^!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s