RSS Feed

[FF Request] The Crazy Engagement – Chapter 1a

Posted on

For Ega, Hope You like it 

Han Hye MA © 2012 FF Request PRESENTS

Author                  : Han Hye Ma (IRF)

Main Cast            : Oh Sehun (EXO-K) dan Seo Joohyun (SNSD)

Support Cast      : Seo Family, Oh Family, Choi Sulli F(x), Lee Donghae dan Tao (EXO-M) coming soon

Genre                   : Family, Romance

Rating                   : AG

Length                  : Twoshoot

A/N : Annyeong Hyema balik bawa request ff untuk Ega. Saya bikin ini jadi Twoshoot karena saya ingin melihat reaksi readers terutama perequest sama ff yang saya bawa ini. Apakah kira-kira bagus atau mau meminta perbaikan jalan cerita. Oh ya ini yang chapter 1 setengah jadinya. Jadi untuk yang Full saya akan terbitkan nanti. Untuk Chapter 2 nya saya menunggu poster yang sedang disiapkaN oleh saengku. Moga banyak yang suka.

Keep RCL and for Siders, don’t make me cry. Please RCL like another readers. PLAGIAT? You’re NG!

>>>> Loading to [1st] The Crazy Engagement –SHIREO- >> By Han Hye Ma >>>>

Seohyun menatap hidangan makan malam dengan tak berselera. Matanya nampak sayu dan tubuhnya sangat tak nyaman berada di tempat itu.

Perlahan ia melirik ayahnya yang berada di samping kanannya dan ibunya yang berada di samping kirinya. Mereka nampak bahagia. Namun tidak dengan Seohyun.

Pintu berderit. Seohyun menoleh dan mendapati orang yang sedang keluarganya tunggu datang. Wajahnya tak asing bagi Seohyun. Wajah yang selalu Seohyun hindari, wajah yang ingin Seohyun enyahkan dari kehidupannya. Wajah dengan pemilik bernama Oh Sehun. Namja yang dengan teganya merusak kehidupannya selama ini.

“Maaf saya terlambat.” Ucap Sehun sambil membungkukkan badan. Sehun mengenakan jas hitam dipadupadankan dengan dasi biru bercorak putih. Ia terlihat sempurna. Namun terlihat menyebalkan bagi Seohyun.

Ayah Seohyun berdiri dan menyuruhnya duduk tepat di depan Seohyun. Ia tersenyum dan keduanya duduk bersamaan. Mata Sehun melirik Seohyun sekilas dan tidak ada kesan manis sama sekali. Ia melirik Seohyun dengan tatapan benci. Dan begitu pula Seohyun membalas Sehun dengan tatapan penuh kebencian.

-oo0oo-

Flashback, 5 hari yang lalu.

“SHIREO!!” Seohyun berteriak kencang. “Appa, itu tidak adil untukku. Bocah itu dan perjodohan itu. Aku tidak pernah mau menerimanya!” Seohyun berlari menaiki tangga menuju kamarnya di lantai dua.

Tuan Seo terus berteriak di setiap langkah Seohyun. “Appa tidak pernah ingin mendengar jawaban tidak darimu! Kau harus mau!” Hardiknya pada Seohyun.

Namun Seohyun tidak menggubrisnya. Ia terus berlari hingga mencapai kamarnya dan mengunci pntu rapat-rapat.

“Pokoknya aku tidak akan mau melakukannya!” Teriak Seohyun kembali dan itu membuat Tuan Seo naik darah. Langkahnya hendak menaiki tangga dan menggedor pintu kamar Seohyun dengan sekuat tenaga namun Nyonya Seo mencegahnya.

“Yeobo, biarkan dia sendiri. Jangan terlalu keras. Ia akan semakan memberontak.” Ucap Nyonya Seo pada Tuan Seo yang menenangkan pikirannya.

“Perjodohan itu tetap harus di laksanakan. Apapun yang terjadi Seohyun harus mau.” Ucap Tuan Seo pada Nyonya Seo.

“Saya tahu. Tapi biarkan Seohyun sendiri dahulu.” Ucap Nyonya Seo bijaksana.

Di tempat lain dan di situasi yang sama. Sehun sedang menggenggam erat tangan seorang gadis cantik bernama Sulli saat Tuan dan Nyonya Oh menghampiri apartement miliknya.

“Abeoji!” Sehun terlonjak kaget dan segera berdiri. Tangannya masih bertautan dengan Sulli yang kebingungan dengan datangnya kedua orangtua Sehun secara mendadak.

“Sehun-a, cepat kembali ke rumah. Ada hal yang harus kami bicarakan.” Ucap Nyonya Oh dengan lembut. Sehun pun mengangguk menyetujinya.

“Sehun, siapa yeoja yang bersamamu itu?” Tanya Tuan Oh dengan suara agak keras.

“Ah Abeoji, kenalkan ini yeojacinguku.” Sehun pun memperkenalkan Sulli di depan orangtuanya.

“Ne, annyeonghaseo jeoneun Sulli imnida. Bangapseo imnida.”Sulli membungkuk tanda ia memberi salam pada orangtua kekasihnya namun dibalas cuek oleh Tuan Oh.

“Cepat pulang.” Hanya itu yang keluar dari mulut Tuan Oh dan ia segera menarik istrinya pergi dari apartement milik Sehun.

Hal itu membuat Sehun dan Sulli kebingungan.

“Apa aku melakukan kesalahan?” Tanya Sulli pada Sehun.

Sehun menggeleng cepat. “Aniyo, kau tidak melakukan kesalahan apapun. Abeoji memang seperti itu.” Sehun berusaha menenangkan Sulli, walaupun di dalam hati ia tahu bahwa ayahnya tidak menyukai Sulli. Namun Sehun tidak tahu alasannya.

Selepas Sehun mengantar Sulli pulang, ia bergegas menemui kedua orangtuanya. Ada hal yang ia rasa mengganjal pada sikap ayahnya pada Sulli. Padahal dari dulu, ayahnya selalu ingin Sehun memperkenalkan yeojacingunya.

Sesampainya di rumah Sehun di sambut dengan suara tawa keras dari ruang tamu. Rupanya Bukan hanya keluarga Oh yang berkumpul. Ada Keluarga Seo minus Seohyun sedang berbincang bersama kedua orangtua Sehun.

“Aku pulang.” Ucap Sehun. Seisi ruangan melihat kea rah pintu masuk.

“Ah itu dia. Kenapa kau terlambat? Ini sudah sangat malam.” Nyonya Oh menyambut kedatangan Sehun dan menyuruh Sehun duduk di samping Tuan Seo.

“Ada apa ini?” Mata Sehun meminta penjelasan dari ayahnya.

“Apa Sehun belum mengetahuinya?” Tanya Tuan Seo pada ayah Sehun. Sehun pun memandang ayahnya dengan tatapan minta penjelasan.

“Dia belum tahu. Hari ini saya berencanau ntuk menjelaskannya.” Ucap ayah Sehun pada Tuan Seo.

“Abeoji?!” Sehun semakan meminta penjelasan.

“Baiklah, ayo kita pulang. Biarkan mereka membicarakan hal itu pada Sehun. Tuan Oh kami pamit pulang.” Tuan dan Nyonya Seo berdiri.

Tuan dan Nyonya Oh juga ikut berdiri dan mengantar mereka sampai halaman. Sesudah Tuan dan Nyonya Seo pergi, Sehun nampak meminta penjelasan atas sikap ayahnya kepada Sulli, pacarnya dan tentang yang dimaksudkan Tuan Seo.

Mata Sehun terbelalak dengan satu pandangan kosong.

“Abeoji jangan bercanda! Seohyun? Abeoji tahu aku sudah mempunyai Sulli dan aku sangat menyukainya! Lebih dari siapapun dan dengan tegas aku menolak!” Tangan Tuan Oh terkepal. Ia geram akan sikap Sehun dan Seohyun yang keduanya terus menolak akan perjodohan yang sudah kedua keluarga ini putuskan sejak keduanya masih kanak-kanak.

“Karena itu, Abeoji mennyuruhmu memutuskan Sulli secepatnya!” Sehun seketika bangkit berdiri.

“Tak akan pernah! Sulli adalah yeoja yang sangat aku cintai. Sedangkan Seohyun, ia juga pasti tidak akan pernah mau denganku dan aku pun begitu!”

Sehun berbalik hendak pergi namun Tuan Oh mengatakan “Kau seperti seorang yeoja yang ingin menangis, jangan pergi ketika Abeoji berbicara padamu!” Ucap Tuan Oh pada anak semata wayangnya itu.

“Apa ada yang harus dibicarakan lagi? Seohyun dan aku menolak lalu kenapa Abeoji tetap berusaha melakukan hal yang sia-sia seperti ini?”

“Hal yang sia-sia kau bilang?” Tuan Oh hendak memukul anaknya itu namun di cegah oleh Nyonya Oh.

“Yeobo, jangan lakukan kekerasan di rumah ini. Itu tidak baik.” Ucap Nyonya Oh lembut. Tuan Oh tidak jadi memukul Sehun, beliau memilih untuk duduk. Nyonya Oh juga mengajak duduk Sehun dan ketiga terduduk di ruang tamu dalam keadaan diam yang cukup lama.

“Jika semua ini batal itu berarti usaha kami untuk menyatukan kalian berdua akan menjadi sia-sia Sehun-ya.” Ucap Nyonya Oh pada Sehun yang duduk disampingnya.

“Tunggu, apa maksud umma?” Semuanya kembali diam, hanya sehun yang berkutat dengan pikirannya.

“Apa jangan-jangan yang eomma maksudkan adalah .. ” Nyonya Oh mengangguk. “Jadi itu semua penjelasan atas segala hal yang terjadi selama ini?” lanjut Sehun tak percaya.

“Sejak kecil kau selalu bermain dengan seohyun dan kami mengenal keluarganya dengan baik. Sejak saat itu pula kami sepakat dengan perjodohan ini Sehun-ya. Kami juga yang mengatur sekolah kalian untuk selalu bersama. Dan kami juga sudah mengatur segalanya sampai proses pernikahan kalian nanti. Semua itu membutuhkan banyak persiapan. Persiapan itu sudah di lakukan sejak 13 tahun yang lalu dan itu waktu yang sangat panjang. Jika kalian berdua tidak menjadi seperti yang kami harapkan maka semua itu akan menjadi sia-sia. Apa kau paham?” Sehun terdiam.

Ketika Tuan Oh mulai tenang, beliau pun berbicara halus pada Sehun.

“Bukankah kau mengatakan ini adalah hal yang sia-sia? Sia-sia atau tidak itu tergantung kalian berdua dan bukankah kalian begitu dekat?”

“Tidak, kami tak pernah dekat sama sekali.” Jawab Sehun seadanya, matanya mulai menerawang kejadian 13 tahun yang lalu saat umurnya 8 tahun.

“Tapi kalian berdua kami lihat dulu begitu .. ” Ucapan Nyonya Oh terpotong oleh sanggahan Sehun.

“Waktu terus berubah dan begitu pula kami. Tolong jangan pernah libatkan kami ke dalam perjodohan ini. Aku tak akan pernah mau.” Ucap Sehun.

“Apa terjadi sesuatu?” Sehun terdiam dan itu cukup bagi Nyonya Oh bahwa terjadi sesuatu di antara keduanya.

“Abeoji tetap memutuskan kalian berdua akan tetap bersatu di pelaminan. Baik sukarela ataupun terpaksa, kalian harus melakukannya!” Ucap Tuan Oh dan beliau pun berdiri dan pergi meninggalkan Nyonya Oh dan Sehun di ruang tamu.

Sebelum Tuan Oh pergi Sehun berteriak “Bukankah Abeoji menyuruhku untuk memperkenalkan yeojacinguku? Itu berarti Abeoji menginginkanaku  memiliki kekasih bukan? Tapi kenapa sekarang Abeoji mengatakan sudah menjodohkan aku dengan Seohyun sejak kecil.”

Tuan Oh berbalik dan berkata “Itu hanya camouflage, kau tak benar-benar berpikir Abeoji akan mengijinkan kamu mempunyai kekasih selain yang sudah Abeoji dan eommamu tetapkan bukan?” Dan Tuan Oh benar-benar pergi.

Sehun terduduk lemas. Ia tahu bahwa Abeojinya bukan tipe orang yang mengalah demi kebahagiaan anaknya. Abeojinya akan tetap pada pendiriannya walaupun itu membuatnya kehilangan nyawa. Dan Sehun yakan ia tidak bisa mengalahkan Abeojinya itu. Tapi ia juga tidak akan pernah mau bersama Seohyun. Sehun membencinya dan begitu pula Seohyun membenci Sehun.

“Eomma ingin berbicara denganmu. Apa kau ingin mendengarkan?” Tanya Nyonya Oh sesaat setelah Tuan Oh pergi.

Sehun menatap eommanya dalam. Ia yakan itu suatu hal yang penting dan ia yakan itu hal yang akan membuatnya ikut dalam permainan konyol itu. Tapi dalam pikirannya Sehun terus berkutat, bagaimana cara Sehun tetap bersama Sulli dan tidak terpengaruh dengan yang akan Nyonya Oh ucapkan padanya.

“Aku mendengarkan.” Nyonya Oh tersenyum dan Sehun terperanjat sesaat setelah Nyonya Oh selesai mengucapkan hal yang membuat Sehun nampaknya tidak bisa membatalkan perjodohan itu.

-oo0oo-

>>>> Waiting to [2nd] The Crazy Engagement –Konflik Masa Kecil- >> By Han Hye Ma >>>>

Gimana readers? Bagus? Gaje? Jelek? NG? Saya minta comentnya ya? Kependekan? Ya iyalah ini baru seperempat jadi. Hehe

Untuk Chapter 1 penuh saya akan segera terbitkan dan saya siapkan yang lebih panjang di chapter 2. Buat Ega, gimana cingu ff ini? Maaf Mengecewakan. Typo? Hehe mian juga ya?

For readers, #depbow 108 derajat atas comentnya.

About hanhyema

96line. Love music and fiction world. Setiap kali aku melihat cermin, yang aku tatap adalah masa lalu. Masa lalu yang kujanjikan akan berubah. Jika tidak bisa didunia nyata, kuharap aku bisa di dunia imajinasiku ini.

6 responses »

  1. Eum bagus kok. Tp masih agak pendek… hehe mianhae

    Tapi bagus kok! Aku suka alurnya.
    Kenapa seo sm sehun sama-sama benci thor?

    Hua, chapter 2 dipanjangin ya?🙂 aku pengen mereka berdua bersatu nantinya…🙂

    Keep on writing~!

    Balas
    • Hehe, emang sengaja aku bikin pendek supaya chapter dua nya panjang hehe

      Asik, ternyata cingu suka sama alurnya. Kenapa saling benci? tunggu chapter dua aja ya?

      Oke, aku usahain cepet, tinggal nunggu saeng aku aja buat posternya. THanks buat requestannya hehe

      Balas
  2. bagus thor, tapi knp seo sm sehun saling benci? penasaran🙂 oh ya kenalin aku reader baru😀 next ^^

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s