RSS Feed

Xaga World -Teaser-

Posted on

8 PM, BOSTON (2009)

Semuanya tak pernah aku duga. Sekarang sudah terlambat untuk mengembalikannya ke tempat semula. Sudah terlalu jauh untuk kembali. Dan inilah yang terjadi, terlambat untuk menghentikannya.

“tolong berhenti” teriakku frustasi. Apa yang akan kau lakukan? Tolong jangan biarkan aku menyakitimu.  tolong……

“kau memohon?” tanyanya seakan menyindirku

“ini hal yang langka Luna, kau memohon padaku? Oh itu suatu kehormatan” kau seperti psikopat. Tolong hentikan. tak terasa aku mulai menangis

“kau menangis? Ini juga hal yang langka bukan?” dia tertawa. Tanpa ada dosa yang ia rasakan.

“berhentilah Lycan, kau akan menyakitinya. Kau tau betapa tersiksanya dia sekarang?” Raka membelaku,

*****

“semua, bersiap” aku tau akan ada korban yang jatuh. Aku sudah mencium bau darah jadi aku pastikan Akan ada darah dimana-mana. Tapi ini semua sudah terlambat. Sudah terlambat. Perang ini tak akan pernah berakhir, aku menyadari itu sepenuhnya. Aku berpaling memandangnya sekarang, memandang matanya. Memandang mata birunya. Dan sekarang akuu sudah pastikan bahwa aku sudah siap sekarang.

Door…..

*****

“dalam wasiat itu disebutkan bahwa bukan hanya aku yang menerima wasiatnya namun ketiga anaknya yang lain. Dan salah satunya ArLycan. Namun kedua anaknya yang lainnya tidak ada yang tahu keberadaannya jelasnya. Jujur aku begitu kaget

lalu, aku pernah bertemu kak Steve beberapa bulan sebelum kejadian itu. Waktu itu kak Lycan dan Kak Steve masih menjadi sahabat sebelum kak Lycan mengurus perusahaan ayah dan menjadi…. kau pasti tahu maksudku kan Luna? ia memastikan dan aku hanya bisa mengangguk

jadi Steve sudah pernah bertemu denganmu? Lalu apa yang membuatnya seperti itu? tanyaku kemudian

“mungkin karena aku adik dari ArLycan, kau tau artinya : aku adik dari seorang pengkhianat sekaligus seorang penjahat dia menunduk sedangkan aku hanya terdiam tak tahu apa yang harus aku katakan

Hh… sudah jangan bahas masalah itu, aku memanggilmu bukan untuk masalah itu ucapku datar bahkan sangat datar. Aku tak mau membahas masalah itu lagi. Karena aku sangat tersiksa dan membuatku tak bisa bernafas lagi

“ini mengenai kematiannya” dia menatapku

*****

“aku tahu kenapa kalian memandangku seperti itu” aku mulai membuka suara mengenai tatapan aneh mereka terhadapku. Mereka semua langsung salah tingkah

“kalian pasti berfikir kenapa ada anak kecil yang datang dan mengaku sebagai Luna? Aish… apa kalian tak percaya padaku? Setelah semua yang terjadi di dalam kehidupan kalian? pertanyaanku disambut kebingungan

“apa maksud anda?” tanya salah seorang di antara mereka

“kalian mau tau? hahaha” aku tertawa kecil

“kehidupan kalian yang sekarang, adalah berkat ID. Apa kalian tak merasakan itu? Bagaimana dengan Double D? Apa kalian tau siapa mereka? mereka langsung bergidik mendengar yang aku utarakan

“kalian tahu siapa yang kalian hadapi?” tanya seseorang diantara mereka. Secara otomatis mereka semua melihat kearahnya. Nampak seorang laki-laki tinggi dengan jas rapi warna hitam datang mendekat ke arahku berdiri.

*****

“Apa hanya itu?” gadis itu mencoba memastikan. Tatapannya beralih pada wajah Nicholas L Fitch, seorang laki-laki muda dengan kemeja lusuh, dasi meregang, dan duduk tak jauh darinya.

“Ya, hanya itu. Mereka benar-benar berhenti. Tak ada apapun.” Nicholas mencoba meyakinkan. Gadis itu menghela nafas. Tatapan kekecewaan tertampang jelas di wajahnya

“Tapi aku menemukan sesuatu” Gadis ini membuat seisi ruangan terkejut. Mereka semua berpandangan, satu hal yang memenuhi ruang kosong di otak mereka. Bagaimana bisa?

“Anda jangan bercanda? Kami sudah memantau mereka sebulan penuh, hasilnya nihil. Lalu bagaimana anda menemukan sesuatu? Padahal anda tak melakukan apapun?” Easter mencoba memastikan apa yang ia dengar. Mereka semua termasuk Easter sudah bekerja sebulan penuh untuk ini dan hasilnya selalu nihil. Bagaimana bisa orang lain yang tak pernah melakukan apapun bisa menemukan sesuatu. Itu sangat mustahil baginya.

“Kau meremehkanku East?” gadis itu mendengus kesal sambil menatap Easter yang masih berkutat dengan pikirannya.

*****

“aku sungguh sangsi akan hal ini East, kau tau kan ini sangat tidak mungkin. Menyelidiki seseorang yang sudah tiga tahun meninggal beserta kelompoknya yang juga ikut menghilang tanpa ada bukti apapun” Nicholas angkat bicara, ia tak pernah menyukai suasana hening. Easter memandangnya. Ia sepertinya kehilangan tenaga sekarang.

“kenapa dia selalu saja memerintah tanpa pernah percaya pada kita semua?” gumam Easter. Ia menopang dagunya.

“itu hal yang wajar East, mengingat kita tak bisa mendapatkan apapun selama sebulan kita bekerja penuh. Apalagi hubungan kalian berdua tak pernah akur” timpal Emily yang dari tadi terus menulis di lembaran-lembaran catatannya. Easter mendengus kesal.

“Kau benar, namun kenapa ia begitu menyebalkan”

“Menyebalkan? Dalam hal apa? kau tau? Sikap kalian berdua sungguh aneh. Di rapat lain, sikapnya tak pernah sedingin disini. Kurasa kau tau itu” Nicholas memandang Easter penuh selidik.

*****

“kau juga menangani masalah ini?” tanya Easter sambil memutar pandangannya ke arah Pogue yang sudah siap menghilang

“iya, setengah divisiku menangani hal ini. Kalian tahu? presiden Amerika bolak balik menelepon ke ID hanya untuk masalah ini. Aish.. orang itu menyebalkan, apa ia pikir ID Cuma milik Amerika saja” Umpatnya. Pogue menghela nafas dan berniat melanjutkan perkataannya

“tolong bantu aku East, hanya itu yang bisa kukatakan. Baiklah aku akan pergi sekarang, sampai bertemu lusa nanti” dia berjalan dan membuka pintu. Pogue menoleh

“Oh ya mengenai Elektra, biar kami saja yang mengurusnya. Dia hanya percaya pada pemimpin kami saja” Pogue menghilang sekarang.  Ia hanya meninggalkan tekanan pada mereka.

*****

“apa pembelaanmu tuan Carlo?” semua pasang mata menatap ke arah Carlo.

“aku akan mati” gumam Carlo lirih namun bisa terdengar di seluruh penjuru ruangan

“maaf?” ujar Chief Federick terkejut, apa maksudnya ucapnya dalam hati

“aku akan ma..”

DOR! Desingan peluru menggema, bau darah mulai menyengat. Carlo berdebam di depan meja hijau. Dia mati.

 

Sekian dulu yah? Semoga suka. Bye-bye.

About hanhyema

96line. Love music and fiction world. Setiap kali aku melihat cermin, yang aku tatap adalah masa lalu. Masa lalu yang kujanjikan akan berubah. Jika tidak bisa didunia nyata, kuharap aku bisa di dunia imajinasiku ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s